Heboh! RT/RW Net Ilegal Semakin Merebak, Simak Aturan dan Simulasi Terbaru Reseller Internet di Sini!

GadgetOz.com – RT/RW Net: Tata Tertib dan Aturan Jual Kembali Layanan Internet yang Harus Dipatuhi

Dalam dunia bisnis, layanan internet dari RT/RW Net telah memberikan penghasilan tambahan bagi beberapa individu. Namun, untuk menjual kembali layanan internet dari penyedia resmi seperti IndiHome, Biznet, XL Home, dan lainnya, terdapat tata tertib yang harus dipatuhi sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Aturan yang diberlakukan oleh Kemenkominfo terkait dengan jual kembali layanan internet ini sangat penting untuk dipatuhi oleh para penjual. Jika aturan tersebut tidak diimplementasikan dengan baik, maka aktivitas penjualan tersebut dapat dikategorikan sebagai ilegal.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mengatur aturan mengenai jual kembali layanan internet dalam UU No.6/2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja. Selain itu, praktik jual beli jasa internet juga diatur dalam Pasal 22 Permenkominfo No.13/2019 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi dan Pasal 34 Permenkominfo No.1/2021 tentang Perubahan Kedua atas PM Kominfo No13/2019 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi.

Menurut laman resmi Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kemenkominfo, ketentuan mengenai jual kembali layanan internet tertuang dalam Permenkominfo No.13/2019 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi dan No.3/2021 tentang Standar Kegiatan Usaha. Sebagai contoh, kegiatan reseller hanya dapat dilaksanakan setelah memenuhi perizinan berusaha dari pemerintah pusat, yakni dengan memperoleh Sertifikat Standar Jasa Jual Kembali Jasa Telekomunikasi (KBLI 61994) melalui oss.go.id.

Simulasi Jual Beli Jasa Internet: Prosedur dan Ketentuan yang Harus Dipatuhi

Dalam pelaksanaan jual kembali jasa internet, terdapat beberapa prosedur dan ketentuan yang harus dipatuhi oleh para penjual. Pertama, retailer dapat menggunakan merek dagang layanan ISP yang dijual kembali, namun harus menambahkan merek dagang sendiri kepada pelanggan. Kedua, retailer wajib memenuhi standar kualitas pelayanan yang telah dikomitmenkan. Ketiga, seluruh pendapatan dari jual kembali jasa telekomunikasi harus dibukukan oleh penyelenggara jasa. Keempat, penagihan (billing) harus mencantumkan merek dagang penyelenggara jasa telekomunikasi.

Selain itu, peritel wajib menggunakan alamat protokol internet publik dan nomor sistem otonom milik ISP dalam penjualan ritel berbasis protokol internet. ISP juga berwenang untuk memutuskan kerja sama dengan peritel dalam dua kondisi, yaitu apabila peritel tidak melakukan pencatatan terpisah dan melanggar ketentuan yang diatur oleh ISP.

Dengan mematuhi aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kemenkominfo, para penjual layanan internet diharapkan dapat menjalankan bisnis mereka dengan tertib dan legal. Hal ini tidak hanya akan memberikan keuntungan bagi para penjual, tetapi juga akan menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan teratur.

Temukan Artikel Viral kami di Google News