Heboh! PDNS 2 Dibobol Brain Cipher, Erick Thohir Mengamuk: Siapa Pejabat yang Akan Dicopot?

GadgetOz.com – Erick Thohir Meminta Pihak yang Tidak Kompeten Dicopot dari Jabatan Terkait Ransomware PDNS 2

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekankan pentingnya pencopotan jabatan bagi pihak yang tidak kompeten dalam menjalankan tugas mereka. Hal ini berkaitan dengan insiden lumpuhnya sistem layanan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya yang diserang ransomware Brain Cipher, yang dikelola oleh Telkomsigma.

Erick Thohir secara tegas menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Hadi Tjahjanto untuk melakukan koreksi terhadap pihak yang tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Menurut Erick, langkah ini sesuai dengan arahan Presiden dan merupakan upaya untuk menegakkan profesionalisme di berbagai sektor.

“Dalam hal ini, Kementerian BUMN sepenuhnya mendukung pencopotan jabatan bagi pihak yang tidak kompeten. Kita harus memastikan bahwa setiap individu yang bertanggung jawab dalam suatu tugas memiliki kemampuan yang sesuai,” kata Erick Thohir.

Meskipun tidak memberikan tanggapan langsung terkait dugaan kelalaian yang dilakukan oleh karyawan terkait insiden ransomware PDNS 2, Erick Thohir menegaskan pentingnya melakukan investasi dalam proses audit. Menurutnya, upaya pembersihan individu yang terlibat dalam korupsi atau perilaku tidak etis harus menjadi prioritas.

“Saya mendukung investigasi audit sebagai langkah untuk memastikan akuntabilitas dan profesionalisme dalam setiap tugas yang dijalankan. Kita harus fokus pada upaya membersihkan sistem dari praktik-praktik yang merugikan,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Aplikasi & Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Semuel Abrijani Pangerapan telah mengumumkan pengunduran dirinya sebagai tanggapan atas insiden peretasan PDNS 2 di Surabaya. Semmy, panggilan akrabnya, menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan tanggung jawabnya sebagai pemegang jabatan terkait proses transformasi pemerintahan.

“Pengunduran diri saya merupakan bentuk tanggung jawab moral atas kejadian ini. Saya merasa bahwa saya harus bertanggung jawab secara pribadi dan menyelesaikan masalah ini dengan baik,” ujar Semmy dalam konferensi pers di Gedung Kemenkominfo.

Semmy menegaskan bahwa kejadian peretasan yang menimpa PDNS 2 di Surabaya harus menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait keamanan data dan sistem informasi. Upaya penguatan keamanan cyber menjadi hal yang krusial dalam menghadapi ancaman yang semakin canggih di era digital ini.

Temukan Artikel Viral kami di Google News