Data di PDN Terancam Hilang! Instansi Pemerintahan Panik!

GadgetOz.com –

Pemerintah dan Instansi Pusat Data Nasional Sementara harus Berbenah Pasca Diretas

Keamanan Data di PDNS 2 Menjadi Sorotan

Pusat data nasional sementara (PDNS) kembali menjadi perbincangan setelah infrastruktur vitalnya diretas oleh serangan ransomware. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi instansi dan lembaga pemerintahan yang menjadi penyewa (tenant) di PDNS 2.

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menyatakan bahwa dampak dari serangan tersebut membuat para penyewa menjadi ragu untuk menyimpan data penting mereka di PDNS 2. Dia menekankan perlunya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk melakukan perubahan dalam tata kelola standar operasional, perencanaan, dan sumber daya manusia yang mengoperasikan data center PDN guna memulihkan kepercayaan penyewa terhadap PDN.

Langkah Tegas dari Kementerian Hukum dan HAM Pasca Peretasan PDNS

Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) segera melakukan langkah darurat dengan memindahkan layanan imigrasi ke penyedia komputasi awan swasta. Hal ini dilakukan guna menjaga kelancaran pelayanan meskipun server tidak lagi ditempatkan di PDNS yang telah menghabiskan anggaran sebesar Rp700 miliar.

Heru menekankan bahwa pemerintah harus melakukan perbaikan dalam mengelola pusat data guna menghindari insiden serupa di masa depan. Menurutnya, perbaikan tersebut penting agar masyarakat dan pengguna jasa memiliki kepercayaan terhadap pusat data nasional untuk menyimpan data atau memberikan layanan kepada masyarakat.

Peran Mitigasi dan Manajemen Risiko dalam Pengelolaan Pusat Data

Heru juga menyoroti pentingnya mitigasi dalam perencanaan pembangunan pusat data. Dia menekankan perlunya adanya pusat data utama, backup, dan backup dari backup guna mengantisipasi insiden yang mungkin terjadi. Manajemen risiko juga harus menjadi perhatian utama, serta SOP dan mitigasi yang jelas dan cepat ketika insiden terjadi.

Ketua Indonesia Cyber Security Forum, Ardi Sutedja, menambahkan bahwa kejadian di PDNS 2 menjadi pelajaran bagi pengguna jasa untuk lebih kritis dalam memilih fasilitas atau jasa pengelolaan data. Serangan ransomware ini tidak hanya berdampak secara global, tetapi juga menimbulkan keraguan terhadap citra dan integritas industri pusat data.

Dengan adanya insiden ini, pemerintah dan pengelola pusat data harus bersama-sama berbenah dan meningkatkan keamanan data guna menjaga kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa. Mitigasi yang matang dan manajemen risiko yang baik menjadi kunci dalam menjaga keamanan pusat data nasional dan menghindari insiden serupa di masa depan.

Temukan Artikel Viral kami di Google News