Ini Dia 7 Pemain Data Center Global yang Akan Membuat Investasi Besar di Indonesia Tahun Ini! Kamu Pasti Kaget!

GadgetOz.com – Data Center Global Bangun Pusat Data di Indonesia: Potensi Pasar yang Menjanjikan

Sebanyak 7 pemain data center global dikabarkan tengah merintis langkah untuk membangun pusat data atau data center di Indonesia. Menariknya, beberapa di antaranya merupakan perusahaan infrastruktur yang melihat potensi besar dari pasar data center dalam negeri.

Menurut Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (Idpro), Hendra Suryakusuma, meskipun isu kebocoran pusat data nasional sempat mencuat, bisnis data center di Indonesia masih terus menarik minat investor. Pasalnya, jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta orang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemain infrastruktur global.

Hendra menyatakan bahwa dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah pemain infrastruktur yang tertarik untuk membangun data center di Indonesia pada tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. “Damac dan BW Digital sudah masuk tahun ini. Dan diprediksi akan ada beberapa lagi yang akan ikut serta, mungkin lebih dari 7 pemain data center asing,” ujar Hendra dalam wawancara dengan Bisnis pada Senin (8/7/2024).

Pada bulan Mei 2024, Damac melalui EDGNEX Data Centres mengumumkan rencananya untuk menginvestasikan dana ke pasar Indonesia dengan pembangunan data center di Jakarta. Perusahaan tersebut melihat potensi besar di Jakarta yang sedang mengalami peningkatan kapasitas pusat data hingga mencapai 1GW. Hal ini menuntut adanya lebih banyak colocation data center berstandar Tier III yang menawarkan uptime dan keandalan tinggi. Fase pertama dari pembangunan tersebut dijadwalkan akan selesai pada kuartal IV/2025.

Sementara itu, pada bulan Maret 2024, BW Digital juga turut meramaikan pasar data center di Indonesia dengan mengakuisisi lahan seluas 55.000 meter persegi di Nongsa Digital Park di Batam untuk membangun pusat data berkapasitas 80MW. Langkah ini menunjukkan keyakinan perusahaan-perusahaan global terhadap potensi pasar data center di Indonesia.

Meskipun sempat terjadi kejadian PDNS yang padam selama beberapa hari, minat investor untuk terus berinvestasi di Indonesia tidak tergoyahkan. Hendra menegaskan bahwa beberapa perusahaan asing sudah menyatakan keinginannya untuk berinvestasi di Indonesia dalam acara data center yang diselenggarakan 2 minggu lalu.

Untuk mendorong minat investor global, Hendra menyarankan agar pemerintah memberikan kemudahan perizinan, insentif saat barang masuk, termasuk tax refund. Contohnya, di Malaysia, para pelaku industri yang ingin berinvestasi diberikan Tax Refund hingga 14%, sehingga menciptakan iklim investasi yang menarik. Hendra berharap langkah serupa dapat diadopsi juga di Indonesia untuk menarik lebih banyak investor global ke dalam pasar data center Tanah Air.

Dengan potensi pasar yang begitu besar dan dukungan dari pemerintah, diharapkan pertumbuhan industri data center di Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh pihak yang terlibat.

Temukan Artikel Viral kami di Google News