Terungkap! Media Asing dan Pakar Menggoda Jokowi untuk Menteri ‘Giveaway’ Setelah PDNS Down

GadgetOz.com –

Menteri ‘Giveaway’ dan Kontroversi Data Nasional yang Dibobol

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mendapat sorotan tajam setelah Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) dibobol oleh peretas. Media asing, termasuk Channel Asia News (CNA) dari Singapura, memberi gelar kepada Budi sebagai Menteri Giveaway dan menyoroti desakan Safenet yang meminta Budi untuk mundur.

Sorotan Para Pakar Keamanan Siber

Sejumlah pakar keamanan siber juga tidak tinggal diam terkait langkah yang diambil Budi dalam pemulihan PDNS. Ketua Indonesia Cyber Security Forum, Ardi Sutedja, menyatakan bahwa rencana pemerintah untuk memulihkan data dalam waktu dekat Juli 2024 merupakan tantangan berat mengingat hanya 2% data yang ter-backup saat sistem layanan PDNS lumpuh diserang oleh peretas Brain Cipher.

Menurut Ardi, proses pemulihan data tersebut membutuhkan waktu minimal 6 bulan hingga 1 tahun untuk kembali berjalan normal, tergantung pada anggaran, SDM, teknologi, dan konsultan yang terlibat. Backup data yang dilakukan setelah insiden pembobolan PDNS juga menjadi sorotan pengamat keamanan siber, Alfon Tanujaya, yang menyamakannya dengan menguji kekuatan helm kendaraan setelah terjadi kecelakaan.

Kerugian Besar dan Tantangan Pemerintah

Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization/IDPRO, Hendra, menyoroti tata kelola yang buruk dan ketiadaan perencanaan pemulihan bencana yang menjadi tantangan bagi pemerintah dalam memulihkan data di PDNS. Insiden pembobolan PDNS juga memberikan dampak yang luas, termasuk kehilangan kepercayaan dari pemain infrastruktur data center asing untuk berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, pemerintah harus menanggung kerugian finansial yang signifikan akibat peretasan PDNS. Penunjukan AWS sebagai backup data pemerintah juga menuai pertanyaan mengenai proses tender yang dilakukan. Kerugian yang paling menakutkan adalah potensi pengolahan data oleh peretas untuk kejahatan atau serangan baru.

Respons dan Evaluasi dari Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan terkait desakan untuk mundur yang dialamatkan kepada Budi. Jokowi menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan evaluasi menyeluruh terkait serangan ransomware terhadap PDNS.

Jokowi menegaskan bahwa serangan siber tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara lain. Oleh karena itu, pemerintah terus mencari solusi untuk mengatasi ancaman serangan siber yang semakin kompleks. Pelajaran berharga dari insiden PDNS yang dibobol adalah perlunya backup data yang kuat dan perencanaan pemulihan bencana yang matang untuk melindungi keamanan data nasional.

Temukan Artikel Viral kami di Google News