Skandal Terbaru! PDNS Dibobol! Apakah Data Pemerintah Aman Di Tangan Pemain Lokal?

GadgetOz.com –

Industri Pusat Data di Indonesia Siap ‘Mengambil Alih’ Peran sebagai Caretaker

Serangan Ransomware Terhadap PDNS Membuka Mata Publik

JAKARTA – Serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) telah menunjukkan kerentanan dalam pertahanan siber di Indonesia. Dampak dari serangan ransomware Lockbit juga dirasakan oleh sektor keimigrasian, yang berimbas pada layanan di beberapa bandara dan pelabuhan terkemuka di Tanah Air.

Menanggapi insiden ini, pelaku industri pusat data di Indonesia bersedia untuk ‘mengambil alih’ peran sebagai caretaker dalam menyimpan data publik yang sebelumnya diatur oleh pemerintah. Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) Alex Budiyanto menyatakan bahwa industri pusat data dalam negeri memiliki kompetensi yang cukup untuk mengelola data pemerintah.

Alex menegaskan bahwa pelaku industri pusat data dapat menjamin tata kelola dan manajemen risiko yang baik untuk perlindungan data. Dia juga menekankan pentingnya penyimpanan data publik berisiko tinggi di pusat data tier 4 dengan durasi recovery dalam hitungan jam.

Pemerintah Dianjurkan Menyerahkan Penyimpanan Data kepada Swasta

Menurut Alex, pemerintah sebagai regulator seharusnya menjadi pelanggan jasa layanan penyimpanan data yang dikelola oleh pelaku industri yang kompeten. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan pemulihan data yang lebih cepat dalam situasi darurat.

Pasca serangan ransomware terhadap PDNS, Kemenkominfo berupaya memulihkan data yang terdampak. Namun, proses pemulihan masih berlangsung hingga saat ini dan menargetkan pemulihan data 18 tenant kementerian/lembaga (K/L) pada akhir Juni 2024.

Perlunya Standar Fasilitas Pusat Data yang Mumpuni

Menurut Ketua Indonesia Digital Empowering Community (Idiec) M. Tesar Sandikapura, pusat data harus memenuhi beberapa syarat standar agar dapat dianggap sebagai fasilitas yang mumpuni. Beberapa syarat tersebut meliputi layanan back up data, kemampuan pemulihan layanan yang cepat, integrasi antarfasilitas pusat data, serta pembaruan perangkat lunak secara berkala.

Tesar juga menekankan pentingnya pusat data dikelola oleh sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Dengan memenuhi standar-fasilitas yang mumpuni, diharapkan pusat data dapat mengurangi risiko serangan ransomware dan melindungi data publik dengan lebih baik.

Temukan Artikel Viral kami di Google News