News  

Jerome Polin Trending: Dari ‘Public Enemy’ Bung Towel Menjadi Korban Meme ‘Kutukan’

Jerome Polin Trending: Dari 'Public Enemy' Bung Towel Menjadi Korban Meme 'Kutukan'
Jerome Polin Trending: Dari 'Public Enemy' Bung Towel Menjadi Korban Meme 'Kutukan'

GadgetOz.com – Media sosial kembali diramaikan dengan perundungan online, kali ini menimpa YouTuber ternama Jerome Polin Sijabat.

Netizen Indonesia menyerangnya dengan meme dan komentar pedas usai Timnas Indonesia U-23 mengalami kekalahan 0-2 dari Uzbekistan di Piala Asia U-23 2024.

Dari Pahlawan Menjadi Musuh Bebuyutan

Sebelumnya, Jerome Polin sempat menjadi idola di kalangan pecinta sepak bola Indonesia setelah menunjukkan dukungannya kepada Timnas di media sosial.

Baca Juga : Vivo X100s: Smartphone Premium dengan Performa Dahsyat Dimensity 9300 Plus

Dukungannya dianggap membawa keberuntungan, terbukti dengan kemenangan Timnas atas Korea Selatan di babak perempatfinal.

Namun, euforia kemenangan berganti menjadi kekecewaan setelah Timnas tumbang di tangan Uzbekistan. Netizen lantas mengkambing hitamkan Jerome Polin, menuduhnya membawa ‘kutukan’ yang mengakibatkan kekalahan.

Teori Konspirasi dan Meme ‘Kutukan’ Jerome Polin

Tuduhan ini bukan tanpa alasan. Netizen mengaitkan kekalahan Timnas dengan berbagai peristiwa di mana Jerome menunjukkan dukungannya, seperti:

Baca Juga : Wajib Tahu, Ini 56 Istilah Gaul Yang Sering Digunakan di Grup Facebook

Dukungannya kepada klub basket Golden State Warriors yang kemudian mengalami tiga kekalahan beruntun.

Perannya sebagai Brand Ambassador Zenius yang bangkrut setelah 20 tahun beroperasi.

Kepopuleran meme hewan Capybara ‘Mas Bro’ yang meredup setelah diposting oleh Jerome.

Berbagai kejadian di atas memicu teori konspirasi bahwa dukungan Jerome Polin justru membawa sial. Meme-meme bermunculan di media sosial, menggambarkan Jerome sebagai sosok pembawa petaka.

Dampak Perundungan Online dan Imbauan untuk Saling Menghormati

Baca Juga : Jamin Auto Mythical!!!, Ini 3 Hero Terkuat di Early Game Mobile Legends

Perundungan online yang dialami Jerome Polin menjadi pengingat bahwa budaya kritik di media sosial bisa menjadi racun. Alih-alih membangun diskusi konstruktif, netizen justru terjebak dalam ujaran kebencian dan cyberbullying.

Kasus ini juga menunjukkan sisi gelap fanatisme. Kekecewaan atas kekalahan Timnas tidak seharusnya dilampiaskan dengan menyerang individu secara personal.

Jerome Polin sendiri telah meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Ia juga mengajak para netizen untuk saling menghormati dan mendukung Timnas Indonesia dengan cara yang positif.

Baca Juga : Realme C65: Smartphone Entry-Level Tahan Lama dengan Performa Lancar dan Desain Stylish

Pentingnya Edukasi Literasi Digital dan Budaya Kritik yang Sehat

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk meningkatkan literasi digital dan membangun budaya kritik yang sehat di media sosial.

Pengguna media sosial perlu selektif dalam menerima informasi dan berhati-hati dalam menyebarkan komentar. Kritik yang membangun dan konstruktif jauh lebih bermanfaat daripada ujaran kebencian dan cyberbullying.

Temukan Artikel Viral kami di Google News