News  

Pro Player “Dominus” Dibanned Satu Tahun Akibat Match Fixing di MPL Malaysia Season 13!

Mobile Legends
Mobile Legends

GadgetOz.com – Pro Player “Dominus” Dibanned Satu Tahun Akibat Match Fixing di MPL Malaysia Season 13! Dunia esports Mobile Legends di Malaysia dikejutkan dengan skandal match fixing yang melibatkan salah satu pemain veteran, Nik “Dominus” Muhyyiddin.

Akibat ulahnya, Dominus dihukum banned selama satu tahun dari seluruh turnamen resmi, termasuk MPL dan MAL Malaysia.

Kronologi Kejadian

Skandal ini terbongkar saat MPL Malaysia Season 13 tengah berlangsung. Dominus, yang kala itu bermain untuk tim Bountee Esports, diduga melakukan percobaan match fixing dengan menawarkan insentif finansial kepada dua rekannya untuk melempar pertandingan.

Baca Juga : 3 Hero Mage Wanita Terkuat di Mobile Legends: Dominasi Land of Dawn dengan Kekuatan Unik!

Hukuman Tegas untuk Dominus

Moonton Games, selaku penyelenggara MPL Malaysia, tidak tinggal diam. Setelah penyelidikan mendalam, mereka memutuskan untuk menjatuhkan hukuman berat kepada Dominus.

Pemain berusia 25 tahun itu diban dari semua turnamen resmi selama satu tahun, terhitung mulai 18 April 2024 hingga 18 April 2025.

Bountee Esports Lolos dari Sanksi

Berbeda dengan Dominus, tim Bountee Esports tidak dikenakan sanksi apa pun. Moonton menyatakan bahwa tim tidak terlibat dalam pelanggaran dan telah menunjukkan komitmen untuk memperkuat operasi dan manajemennya dengan bekerja sama dengan liga.

Tekad MPL Malaysia Menjaga Integritas

Moonton menegaskan komitmen MPL Malaysia untuk menjunjung tinggi standar profesionalisme dan perilaku tertinggi dalam esports. Mereka tidak akan menoleransi segala bentuk kecurangan, termasuk match fixing.

Dampak Skandal dan Masa Depan Dominus

Skandal match fixing ini tentu mencoreng nama baik Dominus dan Bountee Esports. Dominus harus kehilangan karir profesionalnya selama satu tahun, sedangkan Bountee Esports perlu bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan publik.

Masa depan Dominus di dunia esports masih belum pasti. Kemungkinan besar, dia akan kesulitan untuk kembali ke skena kompetitif setelah hukuman ini.

Kasus ini menjadi pengingat bagi para pemain esports untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas dan integritas dalam bertanding.

Temukan Artikel Viral kami di Google News